Konversi bilangan Biner ke Desimal, Oktal, dan Heksadesimal


Bilangan Biner adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Sistem bilangan ini juga biasa disebut dengan istilah bit (Binary digital). Pengelompokkan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer, 1Byte = 8 bit. Kode-kode pemrograman atau rancang bangun komputer, seperti ASCII (American Standard Code for Information Interchange) menggunakan sistem pengkodean 1 byte.

Macam – macam sistem bilangan

1. Desimal, bilangan desimal memiliki nilai dasar/radiks 10 (r=10) yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

2. Biner, bilangan biner memiliki nilai dasar/radiks 2 (r=2) yang terdiri dari 0 dan 1

3. Oktal, bilangan oktal memiliki nilai dasar/radiks 8 (r=8) yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

4. Heksadesimal, bilangan heksadesimal memiliki nilai dasar/radiks 16 (r=16) yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F

Berikut ini adalah contoh konversi bilangan biner ke desimal

11012 = (1×23)  +  (1×22)  + (0x21) + (1×20) = 13

Nih penjelasannya :

angka 2 pada bilangan 11012 adalah tanda bahwa bilangan tersebut merupakan bilangan biner.

1×23 = 8

1×22 = 4

0x21 = 0

1×20 = 1

maka, 11012 = 13

perlu diingat, bahwa angka berapapun jika dipangkatkan dengan 0 maka hasilnya adalah 1

Tinggalkan Pesan Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s